Postingan

Bapak Tani

    Diembun pagi dengan keluh kesah yang penuh dan terkadang tak tau tempat untuk mengurai, kaki itu berpijak dengan perlahannya untuk menumbuh semangat demi keluarganya.     Tak peduli keroncong perut tanpa isi sehelai nasi dipupuk kuat pundak demi nafkah anak istri perjalan memang pasti tak mudah, namun bapak itu selalu percaya dan yakin tentang sebuah usaha meski terkadang luluh oleh keadaan.      Dia tidak pernah suka ria depan jiwanya, pelik rasa dibuatnya, terkadang raut pasi itu terbawa ke ruangnya menimbul resah antara-nya, senda gurau hanya dapat sekadarnya hilang penat untuk sesaat mananggung segala tanggung jawab sejak akad hingga akhir hayat, dia tak pernah lelah demi tak kalah oleh realita semata.      Jalan mungkin panjang demi keindahan akan harapan yang tak pernah mau mati, berdiri dikaki sendiri, termenung, terlantung senyap sepi begitulah anak laki laki itu ditempa dengan kerasnya kehidupan yang ia dapat sejak dini. Ciw...